Informasi Penerimaan mahasiswa baru STIKESMUS 2018

Saturday, 30 December 2017

Malam Pergantian Tahun Baru, STIKESMUS Adakan Rapat Pengisian Borang Akreditasi



Solo – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mambaul Ulum Surakarta (STIKESMUS) tepatnya hari Sabtu (30/12) mengadakan Rapat akreditasi perguruan tinggi pengisian borang akreditasi. Hal ini disampaikan Kepala bagian kepegawaian “Joko Tri Atmojo” STIKES Mambaul Ulum Surakarta kepada Media Nasional hari Sabtu (30/12) yang juga ikut menghadiri Rapat akreditasi tersebut. 

"Sesi acara study banding STIKESMUS di Universitas di Jogjakarta"

“Iya mas, tepatnya kemarin hari Sabtu (30/12) STIKESMUS mengadakan Rapat Akreditasi Perguruan Tinggi Pengisian Borang bertempat di gedung STIKESMUS prodi Keperawatan lantai dasar”, Ucap Joko kepada Media Nasional. Sabtu (30/12).

“Malam pergantian tahun baru 2018 dipergunakan STIKESMUS untuk mempersiapkan Akreditasi Perguruan Tinggi yang pada tahun 2020 nanti ditargetkan bisa menjadi Universitas terbaik di Jawa”, Ujar Joko Tri Atmojo ketika menguji mahasiswa KKN di Boyolali.

Dalam rapat tersebut dihadiri juga oleh seluruh pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mambaul Ulum Surakarta dari jajaran Ketua STIKESMUS, Waket beserta seluruh bagian yang berkepentingan dalam penguplodan borang akreditasi perguruan tinggi. Untuk acara rapat tersendiri dibagi menjadi dua shift yaitu shift pagi dan shift siang.

            “Dalam Rapat akreditasi sendiri dibagi menjadi dua shift yaitu shift pagi dan shift siang. Untuk shift pagi sendiri dimulai dari pkl. 08.00 wib – 15.00 wib, sedangkan untuk shift siang sendiri dimulai pada pkl. 15.00 wib – 24.00 wib”, Ucap Joko Tri Atmojo kepada wartawan Media Nasional. Sabtu (30/12). *Red




Friday, 29 December 2017

Mahasiswa KKN STIKESMUS Jalani Ujian KKN di Cepogo Boyolali



Solo – Kurang lebihnya sebanyak 101 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mambaul Ulum Surakarta (STIKESMUS) tepatnya pada hari Jumat (29/12) menjalani ujian KKN stase keperawatan keluarga didesa Bakulan Cepogo Boyolali Jawa tengah. Ujian tersebut sebagai indicator bagi mahasiswa sebagai acuan lulus atau tidaknya mata kuliah keperawatan keluarga yang mengharuskan mahasiswa untuk mengatasi permasalahan yang didapatkan di desa Bakulan Cepogo Boyolali.

"Mahasiswa STIKESMUS Ketika Melakukan Implementasi ke Pasien Binaan Keluarga"

Untuk ujian evaluasi ujian keperawatan Keluarga dimulai pada pkl. 09.00 wib pagi dan diakhiri pada pkl. 14.00 wib. Dalam ujian tersebut banyak sekali ditemukan permasalahan pada warga yang sudah berhasil diatasi dari mahasiswa STIKESMUS prodi keperawatan, dari permasalahan Pola Hidup Sehat, BHBS, Rumah Sehat, Hipertensi, ISPA dll.

Salah satu dosen STIKESMUS yaitu Rejo Pras selaku penguji ujian mahasiswa KKN STIKESMUS lewat sambungan telepon mengutarakan bahwa acara ujian keperawatan Keluarga berjalan dengan lancar serta tidak menemukan halangan dalam memecahkan permasalahan pada warga Bakulan Cepogo Boyolali.

“Alhamdulillah acara pelaksanaan ujian keperawatan keluarga berjalan sangat lancar serta tidak ada permasalahan yang sangat mendasar yang tidak bisa diatasi oleh mahasiswa STIKESMUS. Khusus untuk ujian yang saya uji ada beberapa pasien warga yang bisa dilakukan implementasi pada jam-jam sore sehingga untuk waktu selesainya sampai sore, Ucap Rejo Pras kepada wartawan Media Nasional. Jumat (29/12).

Dalam acara ujian keperawatan keluarga di desa Bakulan cepogo Boyolali tersebut, STIKESMUS menerjunkan kurang lebihnya sebanyak 11 dosen STIKESMUS prodi Keperawatan diturunkan khusus untuk menguji sebanyak 101 mahasiswa STIKESMUS yang menjalani praktek KKN didesa Bakulan Cepogo Boyolali. *Red



Thursday, 28 December 2017

Dosen STIKESMUS Adakan Supervisi Persiapan Ujian Mahasiswa KKN di Cepogo Boyolali



Solo – Dalam rangka untuk mempersiapkan ujian praktek dimasyarakat Keperawatan Gerontik dan keperawatan keluarga, dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mambaul Ulum Surakarta (STIKESMUS) mengadakan supervisi yang ketiga mahasiswa KKN STIKESMUS yang menjalani praktek di wilayah desa Bakulan Cepogo Boyolali. Salah satu dosen STIKESMUS yaitu Rina Tri Handayani yang ikut melakukan pembekalan ujian mahasiswa KKN STIKESMUS mengutarakan bahwa acara supervisi ini dilakukan salah satunya dalam rangka untuk persiapan ujian yang akan dilaksanakan besok Jumat (29/12) pada warga masyarakat desa Bakulan Cepogo Boyolali.

"Prosesi pembekalan ujian bagi mahasiswa KKN STIKESMUS di Cepogo Boyolali"

“Iya acara kunjungan supervisi ini adalah yang untuk ketiga kalinya salah satunya dalam rangka untuk mempersiapkan mahasiswa KKN yang akan menjalani ujian yang akan dilaksanakan besok Jumat (29/12) pada masyarakat Bakulan Cepogo Boyolali. Dalam ujian tersebut mahasiswa akan melakukan implementasi permasalahan kesehatan yang dijumpai pada masyarakat Bakulan Cepogo Boyolali”, Ucap Rina Tri Handayani kepada wartawan Media Nasional. Kamis (28/12).

"Sesi foto bersama dosen STIKESMUS dan mahasiswa KKN sehabis pembekalan"

Dalam acara supervisi tersebut dihadiri oleh perwakilan dosen STIKESMUS Prodi Keperawatan dan Tenaga kependidikan. Ketua PKMD STIKESMUS Prodi Keperawatan yaitu “Tri Yuniarti” juga mengutarakan bahwa kunjungan supervisi tersebut mempersiapkan segala sesuatu evaluasi baik dari segi pelaporan penugasan, ujian beserta Askep keluarga yang akan diujikan bagi mahasiswa KKN STIKESMUS.

“Untuk supervisi yang diagendakan kali ini adalah mengagendakan untuk mengecek segala persiapan seperti yang tertera pada job disk surat pembagian penugasan dosen yaitu melakukan cek hasil dan pelaksanaan implementasi, koreksi pembuatan laporan kelompok, persiapan evaluasi keperawatan keluarga (pemetaan tempat), Evaluasi pengecekan Askep keluarga serta pengumpulan Askep Keluarga”, Ucap Tri Yuniarti.

Menurut rencana besok hari Jumat (29/12) akan dilaksanakan ujian mahasiswa KKN untuk keperawatan keluarga yang akan dilaksanakan mulai pkl. 08.00 wib hingga sore yang bertujuan untuk mengetahui evaluasi sejauh mana implementasi yang sudah dilaksanakan mahasiswa KKN terhadap pasien kelolaan. Ujian besok juga akan menjadi salah satu indicator lulus atau tidaknya mata kuliah Keperawatan Keluarga bagi mahasiswa KKN STIKESMUS. *Red


Tuesday, 26 December 2017

Mahasiswa KKN STIKESMUS Adakan Pemeriksaan Asam Urat pada Warga Bakulan Boyolali



Solo – Dalam rangka untuk mengatasi permasalahan kesehatan yang terjadi di desa Bakulan Cepogo Boyolali, mahasiswa KKN STIKESMUS Prodi Keperawatan yang sedang menjalani praktek Keperawatan Keluarga dan keperawatan Gerontik tepatnya pada hari Jumat (22/12) mengadakan acara pemeriksaan kesehatan asam urat pada warga Bakulan Cepogo Boyolali. Implementasi ini diadakan dalam rangka untuk mengatasi permasalahan angka kejadian asam urat yang sangat tinggi diwilayah tersebut.

"Mahasiswa KKN STIKESMUS ketika melakukan pemeriksaan kesehatan asam Urat"

Ketua kelompok mahasiswa KKN Posko 4 STIKESMUS “Bagus Satria” mengatakan bahwa kegiatan tersebut digalakkan dalam rangka untuk implementasi mengatasi permasalahan di warga Bakulan Cepogo Boyolali. “Iya untuk angka kejadian asam urat diwarga Bakulan Cepogo Boyolali sangat tinggi selain hipertensi yang kita temukan, maka dari itu kita melakukan implementasi ini untuk mengatasi masalah tersebut”, Ucap Bagus kepada wartawan Media Nasional. Selasa (26/12).

Hal yang sama disampaikan oleh wakil ketua mahasiswa KKN Posko 4 STIKESMUS yaitu “Septian” yang mengatakan bahwa kegiatan ini akan kita terus galakkan untuk melakukan pendeteksian dan kemudian bisa segera kita atasi pasien-pasien yang sudah terdeteksi positif asam urat ataupun tidak. “Setelah kita screening warga yang sudah positif mengidap asam urat kamudian baru kita lakukan langkah-langkah untuk mengatasinya seperti dilakukan penkes, tindakan mandiri keperawatan dan lain-lain”, Ucap Septian kepada wartawan Media Nasional. Selasa (26/12). *Red




STIKESMUS Tanggapi Serius Wabah Difteri di Indonesia



Solo – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mambaul Ulum Surakarta (STIKESMUS)  menyebut kejadian luar biasa (KLB) difteri di Indonesia paling tinggi di dunia. KLB difteri terjadi di 28 provinsi serta 142 kabupaten/kota.


"KLB difteri saat ini adalah KLB difteri yang pernah kejadian paling tinggi di dunia. Jadi belum pernah ada di dunia jumlahnya paling banyak dan cakupannya banyak 28 provinsi dikutip dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI)," ujar Kepala bagian kepegawaian STIKESMUS Joko Tri Atmojo kepada wartawan Media Nasional. Selasa (26/12).

Aman membandingkan KLB difteri yang pernah terjadi di Rusia, Afrika Selatan, dan Brasil dengan Indonesia. Kasus difteri di Indonesia yang paling tinggi. "KLB di Rusia tidak seperti ini. Di Brasil hanya beberapa provinsi. Afrika Selatan juga hanya beberapa provinsi. Jadi Indonesia rekor KLB yang ada di dunia kita harus melawan KLB," tegasnya.

Sebagai pencegahan, STIKESMUS mengimbau masyarakat untuk mengikuti imunisasi melalui ORI (Outbreak Response Immunization). Aman mengatakan, ORI menjadi satu-satunya jalan untuk memangkas angka korban jiwa terus bertambah.


Imunisasi DPT Penting
Imunisasi difteri, pertusis, dan tetanus (DPT) sangat penting dilakukan secara lengkap. Setiap orang harus mengikuti imunisasi DPT sebanyak 8 kali hingga berusia 19 tahun. Namun seseorang bisa terjangkit difteri meski sudah diimunisasi.

"Satu hal bahwa tidak ada di dunia ini upaya manusia yang sempurna. Artinya kemungkinan besar bisa saja. Contohnya seorang guru atau perawat yang terus menerus kontak dengan korban bisa kena. Tapi kecil kemungkinannya," jelas Joko Tri Atmojo.

Karenanya Joko tri Atmojo meminta semua pihak mengikuti imunisasi melalui ORI (Outbreak Response Immunization). Langkah itu perlu untuk mengurangi angka kematian akibat penyakit difteri. Sebagai pemcegahan dari pihak STIKESMUS juga akan memberikan pendidikan kesehatan yang lebih mendetail tentang pencegahan dan penatalaksanaan difteri bagi mahasiswa STIKESMUS. *Red